Loading....

PMI Ikut Simulasi Penyelamatan Pesawat

PROKAL.CO, Suasana cukup mencekam terjadi di landasan pacu Bandara Kalimarau, Kamis (31/1) siang. Beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulans tiba-tiba masuk ke area landasan pacu menuju sebuah badan pesawat tergelincir dan mengeluarkan asap.

ARI PUTRA, Teluk Bayur

SALAH satu maskapai penerbangan tengah melakukan perjalanan dari Bandara Kalimarau menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Sekitar 15 menit mengudara, sang pilot menghubungi menara ATC untuk meminta kembali. Karena mesin nomor dua pesawat tengah mengalami gangguan.

Mendapat informasi tersebut, menara ATC Bandara Kalimarau pun langsung berkoordinasi dengan pihak terkait di Bandara Kalimarau yang sekaligus menginformasikan kepada seluruh anggota komite lainnya. Guna mewanti-wanti maskapai mengalami kecelakaan.

Benar saja, dengan kondisi mesin nomor dua rusak dan terbakar, pesawat Penyu Air yang mengangkut 90 penumpang dan 5 awak itu keluar dari landasan saat mendarat. Tim Penanggulan Keadaan Darurat seperti BPBD Berau, kepolisian, Dinas Kesehatan hingga PMI Berau langsung menuju lokasi kecelakaan pesawat untuk melakukan evaluasi.

Tak perlu khawatir. Ini merupakan salah satu simulasi penanganan keadaan darurat dan keamanan di Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, yang merupakan kegiatan wajib dilakukan satu kali dalam tiga tahun.

Kepala UPBU Kalimarau, Bambang Hartato mengatakan, simulasi penanganan darurat pada skala full untuk kali pertamanya yang dilaksanakan di Bandara Kalimarau ini berjalan dengan baik dan semestinya.

“Simulasi ini bertujuan agar semua pihak selalu siap siaga terhadap penanganan keadaan darurat, jadi kami beserta komite atau pihak-pihak terkait tahu persis apa yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat di bandara,” katanya kepada Berau Post seusai kegiatan.

Ia juga mengaku sangat mengapresiasi semua pihak yang telah ikut ambil bagian dalam simulasi kali ini, menurutnya semua pihak sangat semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Ini hanya latihan dan harapannya hal seperti ini (kecelakaan pesawat, Red.) tidak sampai terjadi. Tapi kalaupun terjadi, kita bisa melakukan penanganan dengan baik dan sesuai dengan standar serta prosedur yang kami miliki,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menjelaskan, Bandara Kalimarau sejak tahun lalu telah naik kelas dari kelas II menjadi kelas I karena naiknya frekuensi penerbangan. Dengan naiknya frekuensi penerbangan, maka risiko terjadinya kecelakaan pun turut bertambah.

“Sehingga saya kira wajar dilakukan pelatihan seperti ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Terlebih bandara pertama di Berau ini juga mendapat penghargaan sebagai bandara terbaik di kelasnya. Dan baginya pengertian terbaik itu tidak hanya dari sisi bersih, aman hingga pelayanan yang baik. Melainkan juga dalam hal mengatisipasi keadaan darurat.

“Jadi saya kira kegiatan ini sangat bagus dan positif. Kita berharap ini menjadi manfaat bagi tim-tim yang ambil bagian dan mudah-mudahan tidak pernah dipraktikkan (terjadi kecelakaan, red),” harapnya. (*/app)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Back To Top