Loading....

Category: Berita Terkini

PMI Berau Kunjungi PMI Samarinda

PROKAL.COTANJUNG REDEB – PMI Kabupaten Berau melakukan studi program ke PMI Kota Samarinda, Sabtu (23/2). Kunjungan ini untuk memperkuat kapasitas personel PMI, sekaligus tukar pengalaman antara anggota PMI. Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan penyusunan program kerja PMI satu tahun ke depan.

Ketua Bidang Humas PMI Berau Arif Hadianto menyampaikan, kunjungan tersebut diterima langsung oleh pengurus PMI Samarinda dan PMI Kaltim. “Mereka menyambut baik kunjungan yang kami lakukan. Karena ini merupakan penguatan antaranggota PMI di Kalimantan Timur,” jelasnya.

Arif juga menegaskan bahwa kunjungan ini untuk memperkuat jaringan dan kerja sama antar PMI Berau dan Samarinda. Banyak hal yang dibicarakan dalam kunjungan tersebut. Seperti program unit donor darah, kesiagaan bencana, relawan PMI, administrasi serta program kemanusiaan lainnya. “Kunjungan kita ini membawa masing-masing bidang. Dan di sana mereka saling menggali informasi terkait pengelolaan PMI,” ujarnya.

Diungkapkan Arif, banyak informasi yang didapat dalam kunjungan tersebut. Sehingga penyusunan program serta penguatan kapasitas anggota PMI di Berau dapat dimaksimalkan. “Karena pengurus PMI Berau baru, jadi perlu penguatan dan informasi. Kita pilih PMI Samarinda, karena di sana terbilang aktif. Mengingat di sana ada rumah sakit besar yang bermitra dengan PMI. Dan kita banyak dapat ilmu dari kunjungan ini,” pungkasnya. (hms5/har)

PMI Ikut Simulasi Penyelamatan Pesawat

PROKAL.CO, Suasana cukup mencekam terjadi di landasan pacu Bandara Kalimarau, Kamis (31/1) siang. Beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulans tiba-tiba masuk ke area landasan pacu menuju sebuah badan pesawat tergelincir dan mengeluarkan asap.

ARI PUTRA, Teluk Bayur

SALAH satu maskapai penerbangan tengah melakukan perjalanan dari Bandara Kalimarau menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Sekitar 15 menit mengudara, sang pilot menghubungi menara ATC untuk meminta kembali. Karena mesin nomor dua pesawat tengah mengalami gangguan.

Mendapat informasi tersebut, menara ATC Bandara Kalimarau pun langsung berkoordinasi dengan pihak terkait di Bandara Kalimarau yang sekaligus menginformasikan kepada seluruh anggota komite lainnya. Guna mewanti-wanti maskapai mengalami kecelakaan.

Benar saja, dengan kondisi mesin nomor dua rusak dan terbakar, pesawat Penyu Air yang mengangkut 90 penumpang dan 5 awak itu keluar dari landasan saat mendarat. Tim Penanggulan Keadaan Darurat seperti BPBD Berau, kepolisian, Dinas Kesehatan hingga PMI Berau langsung menuju lokasi kecelakaan pesawat untuk melakukan evaluasi.

Tak perlu khawatir. Ini merupakan salah satu simulasi penanganan keadaan darurat dan keamanan di Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, yang merupakan kegiatan wajib dilakukan satu kali dalam tiga tahun.

Kepala UPBU Kalimarau, Bambang Hartato mengatakan, simulasi penanganan darurat pada skala full untuk kali pertamanya yang dilaksanakan di Bandara Kalimarau ini berjalan dengan baik dan semestinya.

“Simulasi ini bertujuan agar semua pihak selalu siap siaga terhadap penanganan keadaan darurat, jadi kami beserta komite atau pihak-pihak terkait tahu persis apa yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat di bandara,” katanya kepada Berau Post seusai kegiatan.

Ia juga mengaku sangat mengapresiasi semua pihak yang telah ikut ambil bagian dalam simulasi kali ini, menurutnya semua pihak sangat semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Ini hanya latihan dan harapannya hal seperti ini (kecelakaan pesawat, Red.) tidak sampai terjadi. Tapi kalaupun terjadi, kita bisa melakukan penanganan dengan baik dan sesuai dengan standar serta prosedur yang kami miliki,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menjelaskan, Bandara Kalimarau sejak tahun lalu telah naik kelas dari kelas II menjadi kelas I karena naiknya frekuensi penerbangan. Dengan naiknya frekuensi penerbangan, maka risiko terjadinya kecelakaan pun turut bertambah.

“Sehingga saya kira wajar dilakukan pelatihan seperti ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Terlebih bandara pertama di Berau ini juga mendapat penghargaan sebagai bandara terbaik di kelasnya. Dan baginya pengertian terbaik itu tidak hanya dari sisi bersih, aman hingga pelayanan yang baik. Melainkan juga dalam hal mengatisipasi keadaan darurat.

“Jadi saya kira kegiatan ini sangat bagus dan positif. Kita berharap ini menjadi manfaat bagi tim-tim yang ambil bagian dan mudah-mudahan tidak pernah dipraktikkan (terjadi kecelakaan, red),” harapnya. (*/app)

PMI Dirikan Posko untuk Korban Kebakaran.

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Ketua PMI Berau Agus Tantomo yang juga Wakil Bupati Berau turun langsung meninjau musibah kebakaran di Jalan Milono, Gang Jeruk, RT 11, Tanjung Redeb, Minggu (17/2). Gerak cepat langsung dilakukan seluruh pihak untuk membantu para korban yang tertimpa musibah. Dalam kejadian ini, ada enam rumah yang hangus dilahap si jago merah.

Di lokasi kebakaran, Agus Tantomo bersama tim, petugas BPDB Berau, kepolisian dan relawan lainnya membantu masyarakat untuk memadamkan api sekaligus mengangkati barang-barang yang masih bisa diselematkan.

Selama satu jam petugas dan relawan bahu membahu memadamkan kobaran api yang terus membesar akibat angin kencang. Kerja keras seluruh pihak pun berhasil memadamkan api. Namun, enam rumah masyarakat tidak dapat terselematkan.

“Kita antisipasi agar api tidak menyebar ke rumah-rumah sekitarnya. Karena kondisi rumah di sini (lokasi kebakaran) berdekatan dan seluruhnya berbahan kayu. Kalau saja kena satu, pasti akan menyebar. Berutung rumah lainnya bisa diselamatkan,” ujar Kepala BPBD Berau, Thamrin di lokasi.

Dalam musibah ini, BPBD menurunkan seluruh personel serta 5 unit mobil pemadam kebakaran. Dengan dibantu masyarakat dan relawan lainnya, api berhasil dipadamkan dengan cepat. “Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui. Begitu juga dengan kerugian material. Yang jelas tidak ada korban jiwa pada kejadian ini,” katanya.

Sementara Ketua PMI Berau Agus Tantomo yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa setelah mendapat informasi musibah kebakaran ini, ia langsung menurunkan relawan PMI untuk membantu para korban. Di lokasi juga didirikan tenda penampungan sementara bagi korban kebakaran.

“Ada beberapa tenda darurat yang kita bangun. Sementara masyarakat yang jadi korban bisa tidur di sini,” jelasnya didampingi Sekretaris Daerah, M Gazali.

Tak hanya itu, bantuan berupa sembako pun diberikan di tenda penampungan sementara. “Ada beberapa bantuan yang kita berikan. Seperti beras, air mineral, telur, mi instan. Kita harap ini bisa meringankan beban korban yang kehilangan tempat tinggal,” pungkasnya. (hms5/har)

Jadikan PMI Lebih Dekat dengan Masyarakat

PROKAL.COTANJUNG REDEB – Setelah dilantik beberapa waktu lalu, Ketua PMI Berau Agus Tantomo mengambil langkah cepat melakukan pembenahan organisasi. Target ke depan dengan pembenahan ini, akan menjadikan PMI sebagai organisasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sebelum dibenahi, Agus Tantomo melakukan peninjauan ke markas PMI di Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb, tepat di depan RSUD Abdul Rivai, Senin (18/2). Dia bersama sejumlah pengurus PMI melihat kondisi yang ada di markas PMI. Apa saja yang perlu dibenahi sekaligus kekurangan fasilitas yang akan ditambah.

Satu persatu ruangan serta pelayanan yang dilakukan PMI selama ini dicek. Begitu juga dengan fasilitas pendukung, seperti mobil ambulans, kendaraan operasional serta alat-alat kesehatan lainnya. Sistem pengelolaan keuangan juga menjadi perhatian Agus Tantomo.

Agus menyampaikan bahwa dirinya ingin membuat PMI sebagai organisasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Jadi tidak hanya sekadar melakukan donor darah saja, tapi lebih berkembang terhadap  pelayanan sosial lainnya. “Saya juga ingin kalau masyarakat yang masuk ke sini itu merasa senang. Ruangannya rapi dan bersih serta pelayanan juga maksimal. Jadi tidak ada yang mengeluh setelah keluar dari PMI,” katanya.

Disampaikannya, PMI selama ini mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah daerah. Agus menegaskan bahwa bantuan yang telah diberikan ini harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan pemakaian yang telah dilakukan. Sehingga ada kepercayaan penuh dari pemerintah setelah diberikan bantuan ini. “Setiap sen yang dibantu harus bisa dilaporkan secara profesional. Saya mau kedepannya sistem pelaporan ini bisa menggunakan komputerisasi, jadi tidak lagi menggunakan kuitansi manual,” jelasnya.

PMI ditegaskan harus dapat bergerak cepat jika ada persoalan yang terjadi di masyarakat. Seperti pada saat musibah kebakaran di Jalan Milono, Tanjung Redeb. Ia mengatakan bahwa PMI langsung turun ke lokasi memberikan bantuan baik berupa tenaga, obat-obatan maupun sembako. “Ini menjadi fungsi yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab. Cepat tanggap dan respons sebagai organisasi sosial,” pungkasnya. (hms5/har)

Donor Darah Masih Dibutuhkan

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau, Agus Tantomomengajak masyarakat Berau untuk rutin melaksanakan donor darah, hal ini tentu bukan tanpa alasan, karena donor darah juga memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan.

Dikatakannya, donor darah sendiri memiliki manfaat yakni menurunkan risiko terkena penyakit jantung, penyempitan pembuluh darah, menurunkan risiko kanker, membantu menurutkan berat badan, mendeteksi penyakit serius sejak dini, membuat lebih sehat secara psikologis dan memperpanjang usia. 

“Tiga bulan sekali sangat baik untuk donor darah, karena banyak manfaat yang dihasilkan, selain itu bisa membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya kepada Berau Post.

Selain itu, Agus juga mengajak masyarakat untuk membentuk komunitas donor darah, hal ini dikarenakan, jika dalam kondisi darurat si pasien bisa dengan cepat dapat bantuan donor darah.

“PMI sebagai pusat penyedia darah dan masyarakat hanya perlu datang ke PMI untuk berdonor dan memenuhi kebutuhan penyediaan darah,” lanjutnya.

Agus Tantomo yang juga Wakil Bupati Berau ini, menambahkan, untuk stok darah di PMI kemarin, golongan darah A sebanyak 23 kantong, B 35 Kantong, O sebanyak 45 kantong dan AB sebanyak 12 kantong.

“Memang untuk golongan darah AB sangat sulit ditemui, maka dari itu saya mengajak masyarakat Berau ayo bersama-sama melakukan donor darah,” tuturnya.

Namun, ia mengingatkan ada beberapa orang yang tidak bisa melakukan donor darah yakni, berusia di bawah 17 tahun dan d iatas 66 tahun, sedang flu atau demam, berat badang kurang dari 50 kg, memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula tinggi, mengonsumsi antibiotik, mengalami gangguan fungsi hati, baru saja ditindik ditubuh, terkena infeksi menular seksual, sedang hamil, dan memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Ada beberapa spesifikasi orang yang tidak bisa mendonorkan darah, terlebih jika orang tersebut memiliki riwayat penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B, dan Hepatitis C, serta pernah menggunakan obat-obatan terlarang, seperti narkoba,” pungkasnya. (*/yat/app)

PMI Kab Berau

Palang Merah Indonesia kab Kab Berau merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. Salah satu fungsi dan tugas utama adalah penyelenggaraan Unit Donor Darah (UDD) merupakan satuan kerja yang berada di PMI Kab Berau yang bertugas untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan donor darah dan permintaan darah.

Selain donor darah, kegiatan kemanusiaan PMI kab Berau yang lain berupa siaga bencana, bantuan penanganan kecelakaan ringan, pembentukan relawan dan kegiatan kemanusiaan yang lain.

Dukungan  masyarakat kabupaten Berau sangat diperlukan untuk menjalankan peran kemanusiaan tersebut, kolaborasi multi pemangku kepentingan terutama dari pemerintah Kabupaten, Lembagan Swadaya Masyarakat, Forum Komunitas, Jurnalis dan aspek masyarakat yang lain perlu untuk menjalankan peran dan fungsi dalam menjalankan peran tersebut.

Back To Top